kompasnusantara.online
JEMBER – Semangat memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia berpadu dengan kekhidmatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Karangharjo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember.
Pemerintah Desa Karangharjo menggelar Pawai Ancak pada Kamis (27/8/2026) sekitar pukul 13.00 WIB. Kegiatan tersebut diikuti ribuan warga, pelajar, santri, serta masyarakat dari berbagai unsur.
Lebih dari 50 ancak berisi beragam hasil bumi diarak mengelilingi wilayah desa. Ancak dihiasi dengan aneka hasil pertanian seperti sayuran, buah-buahan, padi, dan berbagai hasil bumi lainnya yang ditata secara kreatif oleh masyarakat.
Tradisi tersebut tidak hanya menjadi tontonan masyarakat, tetapi juga menjadi simbol rasa syukur atas limpahan rezeki yang diberikan Allah SWT. Selain itu, Pawai Ancak menjadi bagian dari upaya masyarakat Desa Karangharjo dalam mempertahankan budaya dan tradisi yang diwariskan secara turun-temurun.
Sepanjang jalur pawai, warga tampak antusias menyaksikan iring-iringan ancak. Suasana kebersamaan dan gotong royong terlihat jelas, sekaligus mencerminkan kuatnya persatuan masyarakat dalam menjaga nilai budaya dan keagamaan.
Kepala Desa Karangharjo, Sam Hadi, mengatakan Pawai Ancak bukan sekadar kegiatan seremonial. Menurutnya, terdapat pesan religius dan sosial yang ingin disampaikan melalui kegiatan tersebut.
“Peringatan HUT RI dan Maulid Nabi ini kami kemas melalui budaya ancak agar masyarakat semakin menanamkan rasa syukur kepada Allah SWT atas segala nikmat yang diberikan. Hasil bumi yang dibawa dalam ancak menjadi lambang keberkahan sekaligus ajakan untuk saling berbagi dan menjaga kebersamaan,” ujar Sam Hadi.

Ia menambahkan, tradisi ancak merupakan warisan budaya yang memiliki nilai religius, sosial, dan pendidikan sehingga perlu terus dilestarikan.
Melalui kegiatan tersebut, generasi muda diharapkan tidak hanya memahami makna kemerdekaan dari sisi perjuangan bangsa, tetapi juga mampu mengimplementasikannya melalui rasa syukur, kepedulian terhadap sesama, gotong royong, serta kecintaan terhadap budaya lokal.
Pawai Ancak Desa Karangharjo sekaligus menunjukkan bahwa kearifan lokal masih memiliki peran penting dalam memperkuat persatuan masyarakat.
Di tengah perkembangan zaman dan arus modernisasi, tradisi tersebut tetap dipertahankan sebagai bagian dari identitas masyarakat. Semangat kemerdekaan, nilai keislaman, rasa syukur, dan pelestarian budaya pun berpadu dalam sebuah kegiatan yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.
Dengan demikian, Pawai Ancak tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga menjadi pengingat bahwa kemerdekaan akan semakin bermakna apabila diisi dengan rasa syukur, kebersamaan, gotong royong, serta semangat menjaga warisan budaya bagi generasi mendatang. (red)
