kompasnusantara.online
Ledokombo, Jember — Dalam rangka menebar keberkahan di bulan suci Ramadan, MWC NU Ledokombo bersama seluruh Badan Otonom (Banom) NU menggelar kegiatan pembagian MBG (Makanan Berbuka Gratis) kepada masyarakat. Kegiatan sosial ini berlangsung pada Selasa, 03 Maret 2026, di Jalan Utama Ledokombo dan halaman Kantor MWC NU Ledokombo.
Sebanyak sekitar 800 paket takjil dibagikan kepada para pengguna jalan dan masyarakat yang melintas menjelang waktu berbuka puasa. Kegiatan ini disambut antusias oleh warga, terutama mereka yang masih berada dalam perjalanan saat azan Magrib hampir tiba.
Rois Syuriah MWC NU Ledokombo, KH. Miftahul Arifin Hasan, yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ulum Suren, menegaskan bahwa kegiatan berbagi takjil ini memiliki makna sosial dan ideologis yang kuat bagi warga Nahdliyin.
“Bagi-bagi takjil kepada masyarakat diharapkan menjadi pemersatu warga Nahdliyin, khususnya di Ledokombo. Acara ini menjadi bukti nyata bahwa NU hadir untuk memberi manfaat, tidak hanya bagi organisasi, tetapi juga bagi masyarakat,” tuturnya.
Beliau juga berharap agar para pelajar dan kader NU di Kecamatan Ledokombo senantiasa menjaga loyalitas serta tetap selaras dengan tujuan besar organisasi Nahdlatul Ulama.
Sementara itu, Ketua Tanfidziyah MWC NU Ledokombo, Moh. Ali, menyampaikan bahwa kegiatan MBG ini sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama bagi mereka yang sedang dalam perjalanan.
“Kegiatan MBG atau berbagi takjil ini sangat bermanfaat. Kami berharap kegiatan semacam ini dapat terus digalakkan, khususnya oleh kader-kader muda NU,” ujarnya.

Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur Banom NU, di antaranya Muslimat NU, Fatayat NU, IPNU, IPPNU, GP Ansor, LBM NU, Pagar Nusa, Banser, ISNU, serta jajaran pengurus MWC NU Ledokombo.
Setelah pembagian MBG, acara dilanjutkan dengan tahlil bersama, ceramah keagamaan, dan ditutup dengan buka puasa bersama di Kantor MWC NU Ledokombo. Suasana kebersamaan dan kekhidmatan terasa kuat sebagai wujud konsolidasi warga NU.
Ke depan, kegiatan buka puasa bersama ini diharapkan menjadi sarana penguatan dan konsolidasi warga Nahdlatul Ulama agar tetap solid serta tidak mudah terpengaruh oleh berbagai kegiatan atau paham yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa, khususnya di kalangan warga NU
